Belajar Kategori Jenis Jasa Menurut Sang Ahli

Dalam sebuah pelayanan bisnis jasa, kalian juga harus belajar mengenai pengelompokan atas Kategori atau Klasifikasi bisnis jasa atau barang yang dikatakan cukup sulit. Hal ini memang secara langsung disebabkan oleh adanya bauran yang akan selalu terikat sangat erat antara Produk yang ada dengan Jasa yang ditawarkan. Dimana dalam hal ini banyak pelaku usaha yang memang telah bergerak dibidang Produksi serta Distribusi barang di dalam memberikan layanan jasa sebagai nilai tambah nantinya. Namun sebaliknya juga akan ada pengusaha jasa yang terkadang lebih menyediakan dalam menjual berbagai macam produk barang untuk bisa mendukung sebuah layanan yang telah ditawarkan nantinya. Mengenai penjelasan lebih detailnya, maka kalian bisa lihat beberapa kategori atau klasifikasi jenis jasa itu sendiri. 

Disini sang ahli atau dikenal sebagai pakar bisnis yang sudah mendunia memiliki pendapat berbeda dalam mengklasifikasikan adanya kriteria dari jasa itu sendiri. Disini mereka semua menggunakan adanya metode dasar pada perbedaan menurut dari s128 sabung ayam atau sudut pandang masing-masing pribadi. Mengenai para tokoh / para pakarnya sendiri dimulai dari Philip Kotler – Kevin Lane Keller – Christopher Lovelock dan masih banyak yang lainnya. 

Berikut ini akan kami beritahukan melalui situs referensi dari bisnisjasa.id mengenai Kategoori atau Klasifikasi bisnis jasa menurut sang ahlinya. Untuk lebih lanjut, maka simak semuanya pada bacaan yang ada di bawah ini ! 

Kategori Jasa Atas Dasar Segmen Pasar 

Dalam hal ini, pengelompokannya juga terbagi menjadi 2 cabang lagi yakni : 

A. Jasa Untuk Konsumen Akhir 

Sudah tahu dong untuk jasa ini pastinya ditujukan untuk bisa menembus adanya pangsa pasar Konsumen Akhir atau Perorangan. Jenis yang satu ini bisa dikatakan simpel dan juga mampu dijalankan oleh siapa saja, pemula juga bisa untuk memulainya. Yang bisa dijadikan sebagai contoh seperti : (1) Jasa Transportasi Ojek – yang berarti memiliki tujuan mengantarkan konsumen sampai dengan tempat tujuan, (2) Jasa Kursus – sudah bisa dipastikan ditujukannya untuk orang orang yang ingin mendalami adanya keterampilan tertentu, (3) Jasa Bengkel Las – otomatis ditujukan bagi mereka yang ingin memenuhi kebutuhan papannya. 

B. Jasa Untuk Konsumen Organisasional 

Yang namanya organisasi, sudah pasti akan dilempengkan dengan orang-orang kelembagaan – orang yang menjalankan perusahaan. Sebab, dalam hal ini akan mengambil sebuah segmentasi Corporate. Umumnya akan memiliki sifat yang jauh lebih kompleks dan perlunya keahlian yang sudah profesional. Jadi tidak heran, jika dalam hal ini membutuhkan adanya Budget atau Biaya yang terhitung mahal. 

Contoh : Jasa Konsultasi Khusus Manajemen – Jasa Khusus Akuntan – Jasa Perpajakan. 

Intinya : Kedua cabang ini memang hampir sama ( konsumen akhir dengan Organisasi ) namun yang dapat membedakan seperti memilih jasa – kuantitas dari jasa dan tingkat kompleksitas pada pengerjaan jasa itu sendiri. 

Kategori Jasa Atas Dasar Faktor Keterampilan Penyedia Jasa 

A. Faktor Professional Service 

Dalam hal ini masuknya ke dalam layanan jasa yang telah ditangani oleh para profesional di bidang tertentu. Kebanyakan dari mereka semua harus bisa memiliki sertifikat legal dari sebuah instansi yang terkait di kalangan Pemerintahan untuk bisa membuka usaha yang satu ini. Dalam kata lain, untuk konsumen ini akan jauh lebih selektif di dalam memilih penyedia jasa sehingga, benar-benar dibutuhkan adanya servis super ekstra dalam menjaring pelanggan yang loyal. Contoh : (1) Kategori Jasa Arsitek, (2) Kategori Jasa Akuntan, (3) Kategori Jasa Notaris. 

B. Faktor Non-Professional Service 

Namanya juga Non, sudah pasti tidak memerlukan adanya skill profesional atau skillnya sendiri bisa kalian pelajari secara mudah nantinya. Walau secara prinsip tidak perlu memakai keahlian Khusus, namun pada kenyataannya dalam pengelolaan bisnis jasa ini akan tetap dalam memilih untuk mempekerjakan karyawan yang memiliki keterampilan atau kinerja bagus dalam melayani setiap penggunanya. Contohnya ada pada jasa pemborong dihidang Pembangunan, Jasa Taksi Online / Offline, Salon untuk Kendaraan dan lain sebagainya. 

Kategori Jasa Atas Dasar Tingkat Wujud 

Dalam kriteria ini, kalian akan melihat sebuah keterkaitan atas tingkatan keterlibatan produk fisik barang yang berwujud maupun produk yang tidak berwujud dengan adanya konsumen. Untuk hal ini masuk ke dalam 3 Cabang atau Kategori seperti : 

1. Kategori untuk Layanan Sewa Barang 

Dalam hal ini jasa persewaan yang akan ditawarkan ke para konsumen, dimana persewaan ini memiliki waktu dan juga diisi oleh tarif yang telah ditetapkan nantinya. Disini nantinya para konsumen berhak untuk bisa menggunakan layanan sewa barang dalam jangka waktu yang telah disepakati dan nantinya wajib untuk bisa mengembalikan jika adanya masa sewa tersebut sudah berakhir. Contoh paling mudahnya adalah Sewa Alat untuk Pesta Pernikahan, Menyewa Villa atau Hotel, Kos Kosan dan lain sebagainya. 

2. Kategori untuk Jasa Perawatan 

Jasa ini sendiri sudah dimiliki oleh para konsumen dalam perbaikan atau sebuah reparasi, lalu nantinya akan dirawat oleh si penyedia jasa itu sendiri. Barang akan kembali lagi ke tangan konsumen jika sudah dalam keadaan baik sesuai fungsi dari permintaan dan nantinya si penyedia jasa akan menerima Imbalan berupa ongkos perbaikan itu sendiri. Seperti Jasa Reparasi Barang Elektronik, Laundry, Perawatan Taman dan lainnya. 

3. Kategori untuk Non-Goods Service 

Ini adalah jasa personal untuk basis keterampilan yang tidak akan terwujud walau dalam praktek pelayanannya juga sudah dibutuhkan adanya peralatan berupa wujud yang ada. Sebab karakteristiknya memang tidak berwujud atau bisa dikatakan akan sulit untuk bisa mengukur sebuah kualitas layanan jenis ini dan hanya akan mampu untuk dinilai setelah adanya pekerjaan yang nantinya dilakukan atau selesai untuk dikerjakan. Sebagai contoh : Memakai Jasa Babysitter, PRT dan Tukang Kebun, Tutor, Motivator dan lain sebagainya. 

Kategori Jasa Atas Dasar Tujuan 

A. Kategori untuk Profit Service 

Dalam tujuan utamanya memang mencari keuntungan dari sebuah layanan yang telah ditawarkan ke konsumennya. Kemungkinan memang 99% dari perusahaan jasa ini akan berbentuk PT-CV-UD-FIRMA dan juga yang tidak akan berbadan hukum resmi yang ada di Indonesia bisa masuk ke dalam kategori ini sendiri. Contohnya adalah dalam perbankan, Operator Komunikasi atau Call Center dan lainnya. 

B. Kategori untuk Non Profit Service 

Ini menjadi sebuah organisasi jasa yang telah didirikan dengan adanya sebuah tujuan untuk kepentingan sosial dan bukan semata-mata untuk bisa mengejar laba. Bentuknya sendiri berupa sebuah kelembagaan atau sebuah yayasan dan bukan perusahaan. Contohnya adalah Yayasan Untuk Anak Yatim Piatu / Kaum Dhuafa  dan lainnya. 

Selanjutnya dalam Kategori ini masih terbagi lagi dalam ke 3 jenis lainnya yakni : 

1. Kategori atas Tingkat Intensitas Karyawan -> (A) untuk Equipment Based Service, (B) untuk People Based Service. 

2. Kategori Atas Tingkat Kontak -> (A) untuk High Contact Service, (B) untuk Low Contact Service. 

3. Kategori atas Regulasi -> (A) untuk Regulated Service, (B) untuk Non Regulated Service. 

Jadi, materi yang telah kami berikan dalam bentuk artikel ini harus bisa kalian pelajari lebih lanjut sesuai dari pelayanan bisnis jasa yang sudah kalian dirikan sebelumnya.